Asi adalah gizi yang dibutuhkan bayi. Namun kondisinya, kadang kesalahan yang dilakukan ibu saat memberi asi kepada bayi saat menyusui. Sehingga sering terjadi iritasi dan ruam, jika tidak diperhatikan dengan cermat akan berefek negatif pada ibu dan bayi. Sehingga, dibutuhkan cara mengatasi iritasi pada asi saat bayi menyusui yang tepat.


Sebenarnya iritasi pada puting susu ibu saat memberi asi kepada bayi dapat diatasi dengan mudah, jika mengatasinya dilakukan dengan cepat dan tidak menunggu waktu lama, sehingga bayi dapat terhindar dari alergi dan penyakit lainnya yang akan menggangu kesehatan. Berikut ini, cara mengatsi iritasi pada asi saat bayi menyusui. Yaitu :

1. Oleskan Krim Khusus Iritasi Pada Asi

Cara pertama yang harus dilakukan ibu saat terjadi iritasi saat pemberian asi, adalah oleskan krim lembut dengan resep dokter. Namun, krim itu jangan berefek buruk pada bayi saat menyusui ibunya. Ingat, dalam mengoleskan krim tersebut harus dengan lembut dan tipis saja, karena jika terlalu banyak akan membuat alergi semakin parah.

2. Pengobatan Dengan Bunga Melati

Bunga melati adalah salah satu jenis bunga yang memiliki harum yang sangat khas di Asia Tenggara. Oleh karena itu, beberapa masyarakat Indonesia sering sekali memanfaatkan bunga ini sebagai bahan tambahan olahan dalam pembuatan kosmeti, teh, parfum, dan obat-obatan. Salah satunya adalah untuk bahan tambahan dalam obat mengatasi iritas pada asi.

3. Mengelap Air Asi Saat Setelah Menyusui

Hal ketiga yang harus diperhatikan mengatasi iritasi pada asi, para ibu harus rutin mengelap asi yang menempel pada area puting, sehingga bakteri tidak mudah singgah di puting susu tersebut. Gunakan kain berbahan lembut atau tisu wajah yang lembut sehingga tidak menimulkan luka. Jangan gunakan tisu basah karena akan meninggalkan bekas.

4. Hindari Mengenakan Pakaian Ketat Dan Kaku

Pakaian yang ketat, kaku dan tebal akan mempersulit pergerakan ibu saat menyusui bayinya, akibatnya, hal ini akan menimbulkan luka yang akan berdampak bagi pertumbuhan bayi tersebut. Dengan mengenakan pakaian yang berbahan kain katun lembut dan longgar, selain mempermudah ibu untuk menyusui juga tidak menimbulkan keringat yang menyebabkan bau dan iritasi.

5. Mandikan Bayi Sebelum Menyusui

Alangkah bagusnya, jika menyusui bayi dalam keaadan setelah mandi dan bersih. Hal ini untuk menghindari kuman yang melekat di popok bayi tersebut. Jangan khawatir, memandikannya tidak perlu waktu yang lama, hanya 10 menit dengan kondisi air yang tidak panas dan dingin, lalu gunakan sabun mandi dengan pH netral khusus bayi.

6. Jangan Menggaruk Rasa Gatal Terlalu Kuat

Saat area puting susu sedang digigit serangga, jangan garuk area yang gatal tersebut dengan kuat, karena jika kuat maka akan menimbulkan iritasi yang lama keringnya, karena ini akan mempersulit bayi mendapatkan asinya. Ingat, jangan menggaruknya menggunakan kuku tangan. Apabila ingin mengolesnya dengan minyak kayu putih atau balsem, biarkan sampai hilang.

7. Pergi Ke Dokter Jika Belum Sembuh

Apabila dalam kurun waktu dua minggu iritasi belum juga kering dan sembuh, maka segera pergi ke dokter untuk memeriksakannya, sehingga akan mendapat penanganan yang intensif. Karena apabila terlalu dibiarkan, ini akan membuat iritasi semakin melebar dan ini tentu saja berdampak negatif untuk bayi. Dengan pergi ke dokter iritasi akan cepat tersembuhkan.
Kesehatan pada bayi adalah tanggung jawab yang harus dijaga oleh ibu. Walaupun hanya iritasi yang timbul pada area puting, jika dibiarkan maka akan memicu timbulanya penyakit lainnya, karena itu, selalu terapkan cara mengatasi iritasi karena asi saat bayi menyusui. agar bayi tumbuh menjadi anak yang sehat dan terhindar dari penyakit.