Masyarakat zaman sekarang dihadapkan pada berbagai macam penyakit yang mengancam di usia senja seperti rematik. Faktor penyebab penyakit ini seperti hormon atau keturunan, polusi, obesitas dan ostreoartritis. Seorang wanita juga lebih berisiko  terkena rematik dibandingkan pria. Jika pengidap penyakit ini gejala yang diderita mulai dari demam, berat badan turun, sendi membengkak hingga tangan kemerahan. Namun, semua itu dapat dihindari dengan melakukan cara-cara menghindari penyakit rematik ini sejak sekarang. Berikut beberapa aktivitas yang harus dicoba.

1. Diet

Bagi penderita obesitas memang rawan terkena penyakit rematik. Lemak-lemak yang berkumpul berubah menjadi protein sitokin yang mampu membuat sendi mengalami peradangan. Oleh sebabnya, mulai dari sekarang sebelum rematik benar-benar menyerang lakukan diet sehat. Kurangi makanan dengan lemak jahat dan perbanyak mengonsumsi protein untuk kesehatan tulang.

2. Jangan Merokok

Merokok menjadi salah satu penyebab terbesar terkena penyakit rematik.  Perokok memiliki potensi terkena penyakit ini sebesar lebih besar 2,4 dibandingkan faktor lainnya. Jadi cara paling ampuh untuk meminimalisir terkena  penyakit ini ialah berhenti merokok. Cobalah diawali dengan mengurangi sedikit demi sedikit dalam mengonsumsi rokok agar bisa benar-benar terbebas dari kecanduan. Dan lakukan cara-cara ampuh lain untuk berhenti merokok.

3. Konsumsi Makanan Sehat

Seperti mencegah semua penyakit, mengonsumsi makanan sehat menjadi daftar yang pasti dilakukan. Agar terhindar dari rematik, perbaiki pola makanan yang lebih menguatkan tulang dan sendi. Tak hanya itu hindari lemak jenuh dan daging merah yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Makanan yang dapat menghindari dari penyakit rematik seperti kacang-kacangan, buah alpukat, salmon, sarden dan bawang putih. Seimbangkan pula dengan beragam sayur-sayuran yang tentu aman untuk tubuh.

4. Hindari Aktivitas yang Terlampau Padat

Meski tulang belum terasa sakit, penting untuk menjaga aktivitasnya dengan teratur. Tingginya aktivitas yang dilakukan dalam sehari akan menyebabkan kelelahan di hari berikutnya bahkan di kemudian hari. Seimbangkan pekerjaan yang membutuhkan banyak gerak untuk menjaga kesehatan tulang.

5. Jangan Biarkan Sendi Berada Pada Posisi yang Sama dalam Waktu yang Lama

Kondisi ini menyebabkan sendi kesemutan dan jika terus menerus akan membuat sendi bengkak. Tentu sangat tidak nyaman dan menggangu aktivitas bukan? Sendi yang bengkak ini memicu pula peradangan yang lebih berisiko lebih tinggi lagi terhadap rematik. Jadi, bergeraklah secara teratur.

6. Olahraga Ringan

Hal penting lain untuk mencegah rematik ialah olahraga. Tak perlu olahraga berat, cukup berolahlaga seperti jalan kaki, bersepeda atau olahraga lainnya agar dapat menghindari rematik. Hal tersebut dapat menjaga kekuatan tulang dan sendi. Meski ringan aktivitas itu harus rutin dilakukan dan tidak dapat dirapel dengan sebulan sekali dengan jalan kaki yang jauh misalnya. Menjaga kesehatan membutuhkan waktu dan tidak dapat diperoleh secara instan.

7. Periksa ke Dokter

Cara menghindari penyakit rematik yang terakhir ialah memeriksakan ke dokter jika mengalami sakit pada sendi. Hal ini gar dapat diketahui sakit tersebut karena linu atau gejala awal rematik. Jangan sepelekan gejala ini agar lebih mudah menanganinya. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Cara menghindari penyakit rematik di atas harus dilakukan secara rutin. Meski hanya  gejala awal, hal tersebut harus ditangani hingga benar-benar sembuh karena rematik akan mempengaruhi organ tubuh penting lainnya seperti jantung, paru-paru, ginjal, jaringan saraf dan lainnya. Bahkan secara fisik, rematik menyebabkan sendi bergeser dari tempatnya tau berubah bentuk. Tentu hal tersebut tidak diingkan oleh siapapun. Sayangi tubuh agar hidup lebih nyaman dan tenang. Selamat mencoba!